Pandangan dari dalam helm Ada: lambung putih kapal benih Hullgrove sepanjang empat kilometer tergeletak miring di hutan magenta, pohon tumbuh di punggungnya, kawanan makhluk terbang di atasnya, ujungnya hilang dalam kabut.
Tangan kiri Ada bersarung tangan memegang pemindai genggam berlensa hijau.

Log 0412: hutannya ingat jalan kita.

Hullgrove

Pohon lonceng. Berdenting kalau angin datang dari selatan, dan dentingnya memberi tahu hutan di mana matahari. Bahaya rendah. Pindai penuh membuka resep Tali Lonceng.
Kantong pencerna setinggi pinggang. Cairannya melarutkan sarung tangan dalam empat menit. Bahaya tinggi. Pindai penuh membuka jalur di bawah akar lambung.
Kipas magenta. Serbuknya bikin gatal tiga hari, tapi seratnya bisa ditenun jadi filter udara. Bahaya sedang. Pindai penuh membuka satu dialog dengan Sprig.
Kotak hitam di lambung masih menyimpan satu rekaman. Membuka trailer.

Dua belas dek, semuanya miring

Kapal jatuh dengan sudut 18 derajat dan tidak pernah diluruskan. Tiga ratus tahun kemudian, orang di dalamnya terbiasa berjalan sedikit menanjak dan menyebut rumah dengan nomor dek. Tujuh faksi berbagi lambung sepanjang 4 km ini. Masing-masing yakin kapal masih miliknya.

    Penampang lambung Hullgrove Lambung sepanjang 4 kilometer tergeletak miring, separuh tertanam di tanah Verdance. Dua belas dek bertumpuk dari Bridge Deck di atas sampai Keel di bawah tanah. Tanah Verdance, hutan magenta di atasnya Hidung lambung ke barat
    10

    Root Deck

    Faksi: Rootwardens

    Ada Okonkwo-Lind

    Teknisi lambung, 38 tahun. Kaki kiri prostetik, dirakit sendiri.

    Ada hafal letak tiap baut di dek 7 sampai 12, tapi belum pernah melihat ujung hutan. Pemindainya ia rakit dari sensor reaktor dan lensa teleskop yang retak. Kamu memainkan Ada sejak hari ia keluar dari palka.

    “Lambung berderit, aku tahu itu dek berapa. Hutan yang berderit, aku belum tahu apa-apa.”

    Ada Okonkwo-Lind berlutut satu kaki di rusuk lambung, kaki kiri prostetiknya terlihat, tangan kiri terulur memegang pemindai berlensa hijau.

    Pindaian tercatat 212Dek dikenal 6 dari 12

    Captain Ilse Moreau-Han, perempuan berusia tujuh puluhan berambut perak pendek, duduk di kursi rel dengan mantel kapten putih dan bunga magenta di dada.

    Captain Ilse Moreau-Han

    Pemimpin dek atas, 74 tahun, tiga puluh tahun di kursi rel.

    Ilse memimpin Helm Council dan masih menyusun jadwal terbang tiap musim. Ia tidak percaya hutan bisa diajak bicara, dan ia tidak suka kalau kamu mencobanya.

    “Kapal ini akan terbang lagi. Mungkin tanpa kita di dalamnya.”

    Sprig, anak sembilan tahun berkulit hijau samar, berjongkok di atas akar magenta sambil mengamati polong benih yang menyala.

    Sprig

    Sembilan tahun, lahir di hutan.

    Kulit Sprig berpendar hijau samar dalam gelap. Ia hafal nama enam puluh tumbuhan yang belum ada di codex, dan tidak mengerti kenapa orang dewasa takut pada Pitchmaw.

    “Pohon itu pindah karena kamu terus melihatnya.”

    “Tiap benih di laci ini pernah dijanjikan ke tanah yang sudah tidak ada. Jadi aku memilih tanah yang ada.”

    Brother Theo, biarawan bank benih di dek 6. Tingginya dua meter lebih, jadi ia selalu menunduk di pintu. Ia memegang kunci laci terakhir yang belum pernah dibuka.

    Brother Theo, laki-laki jangkung berkepala plontos, mengangkat tabung benih kaca berpendar hijau ke arah cahaya.

    Empat hal yang kamu kerjakan di Verdance

    Ada mengarahkan pemindai ke bunga magenta sebesar rumah; sapuan cahaya hijau memperlihatkan urat di kelopaknya. Lorong lambung yang miring, lantainya jadi teras dengan jembatan tali, jemuran, dan kebun gantung. Jalan setapak tertutup tembok pohon magenta yang baru pindah semalam; penjelajah kecil berdiri di tepinya. Benih yang disuntikkan di celah pelat tumbuh jadi jembatan akar hijau di atas jurang.

    Scan

    Lima alat di sabuk Ada

    Kapal benih tidak membawa senjata. Ada bertahan dengan alat kerja yang ia rawat sendiri.

      Pemindai genggam Ada: badan keramik putih tergores, pegangan graphite, cincin lensa hijau menyala, tali magenta.
      Thicketheart, raksasa dari akar hitam dan ungu setinggi kapal, wajahnya rongga yang menyala hijau beracun, pelat lambung putih tersangkut di dadanya.

      Thicketheart

      Hutan Verdance punya kesadaran, dan sesekali ia butuh tubuh. Thicketheart berdiri setinggi lambung, terbuat dari akar yang dikepang dan pelat kapal yang ia telan.

      Thicketheart ingat hari kapal itu jatuh di atas separuh tubuhnya, tiga ratus tahun lalu. Tiap malam ia datang sedikit lebih dekat ke Keel.

      Ada, 1,9 mThicketheart, sekitar 140 m
      Ada berpijak di pelat lambung yang patah dan menembakkan denyut pemindai hijau ke lengan akar Thicketheart yang menghantam dari atas; spora hijau meledak di titik benturan.
      Malam ke-41. Pemindai Ada dipaksa jadi senjata.

      Hutan belajar dari apa yang kamu pindai

      Ini jalur Root Deck pada malam pertama pembaruan 0.6. Pemindaimu cukup untuk tiga spesies. Apa yang kamu pindai menentukan apa yang terbuka, dan ke mana hutan bergerak malam ini.

        Codex malam ini

        Sisa pindaian: 3

        1. Slot kosong
        2. Slot kosong
        3. Slot kosong

        Jendela lambung

        Enam tangkapan dari build akses awal.

        Buka Palka

        Hullgrove sedang dalam akses awal. Pembaruan 0.6 membuka Root Deck. Tinggalkan surelmu, dan kabar pembaruan berikutnya datang lewat palka ini.

        Platform

        Surelmu hanya dipakai untuk kabar pembaruan Hullgrove. Kamu bisa berhenti kapan saja dari tautan di tiap surel. Rinciannya di Bab 1, Privasi.

        Buka Palka
        Mode visor
        Rekaman lambung: trailer Hullgrove
        Poster trailer: penjelajah berhelm berdiri di punggung akar menatap lambung kapal benih.
        Buka di YouTube